Guratan Pena Tuaku

Rabu, November 26, 2008

Fenomena Sumpit Sekali Pakai

Filed under: Uncategorized — Wendy Prafitrayanto @ 5:16 pm

sum1

Assalamualaikum..

Kawan pembaca yg sering makan menggunakan sumpit sekali pakai di warung2 mie, chinese food dll sekarang patut untuk lebih berhatihati dalam menggunakan sumpit..

“Terus kok disuruh berhati hati pas pake sumpit?”

Liaten cara mbuat sumpit ini.. ngenes sumpah ngenes…

1. Kuambil bambu sebatang.. Kupotong sama panjang..

3

2. Dikerjakan oleh usaha rumah tangga (contoh : Kamboja)

4

3. Di “putihin” dengan menggunakan sulfur dan hidrogen peroxida (tanpa disinfektan).

Proses pengeringan seadanya. (what the hell..)

51 61 7

4. Mengemas sumpit pun cuma seadanya.. sa’onoe opo wae..

8

5. Pengiriman ke luar negeri menggunakan kapal laut (terlalu mahal jika menggunakan pesawat). Dibutuhkan waktu yang cukup lama. Sementara itu, sumpit yang dikemas dengan seadanya akan sangat besar sekali kemungkinan untuk terkontaminasi oleh kotoran/sarang tikus dan kecoa.

9

6. Proses pengemasan ulang (tanpa disinfektan). Contoh kasus, untuk setiap penerimaan kargo sumpit di Kamboja, akan langsung di distribusikan ke industri rumahan di Singapura yang akan mengerjakan pengemasannya, dan tanpa proses disinfektan (sterilisasi) akan langsung dikirim ke restoran-restoran sebagai titik akhir distribusi.

10

7. Trus dipake ma kita semua…

11

8. Kawan tau gak kalo ada ribuan bahkan jutaan monyet yg tinggal di sumpit yg anda pakai?

12

9. Pasti bingung.. Coba kawan melihat lebih dekat..

13 14

Keliatan jelas kan mana monyetnya…

10. Semua sisa cairan (pemutih, sulfur, hidrogen peroxida, kotoran tikus, kotoran kecoa, telor kecoa, telor ulat dsb) akan terus menetap di lubang-lubang kecil tersebut sampai Kawan menggunakannya.

Pernahkan Anda mendengar kasus keluarnya ulat dari sumpit saat digunakan di mangkok kuah yang panas ?

Sebuah percobaan yang dilakukan oleh pelajar sekolah dasar :
1. Rendamlah sumpit bambu ini ke dalam air selama 1 minggu, airnya akan menjadi BAU.
2. Kacang polong yang ditanam dengan air rendaman ini akan tumbuh lebih lambat, dan berhenti tumbuh      ketika mencapai 5-6 cm dan kemudian mati.
3. Asap pembakaran dari sumpit ini akan bersifat asam.

Cara terbaik adalah bawalah sumpit Anda sendiri.

15

Kontroversi SumpitSebuah pohon yang berusia 20 tahun bisa menghasilkan sumpit sebanyak 3000 sampai 4000 pasang.
16

Taiwan menggunakan sumpit sebanyak 100 triliun pasang setiap tahun, artinya 29 juta pohon hilang setiap tahunnya.

17

Dengan begitu banyaknya sisa-sisa penggunaan sumpit, apakah tidak mungkin ada orang yang demi keuntungan semata, melakukan pendaurulangan kembali sumpit-sumpit sisa pakai tersebut dengan cara di atas (sulfur dan hidrogen peroxida) untuk dijual kembali.

Ngerti sendiri kan gimana orang Indonesia? Daging bekas aja masi dipake…

2 Komentar »

  1. beneran mane teh?
    tobat ah pake sumpit ky gituan…
    tapi berita ni beneran kan?

    Komentar oleh endraque — Rabu, November 26, 2008 @ 5:24 pm

  2. makanya, pake sendok wae, daripada bingung kena sulfur yang ada di sumpit, mendingan langsung aja dapet logam berat dari sendok yang kita pakai,…

    kalo mao lebih aman lagi, yah pake tangan aja, kemudian akan muncul lagi pertanyaan…ada berapa koloni Beruk yang ada di tangan mu?

    secara….tuh tangan udah kemana aja, mulai masuk lubang idung, sampe lubang2 yang laen, belom lagi kalo lu kuliah di sipil,,,yang kaolin lah, semen lah, gorong2 lah, pasir, lempung, aspal, Na OH, H2O2, pembeersih porselen, duh pokokke uakeh banget, hahahaha..

    yah, intinya, cernanalah informasi sebaik mungkin, seperti halnya mencerna celana kolor yang ga sengaja masuk ke dalam sop buntut,
    Hidup Celana Kolor

    frum: Adjay yang masih numpang di WP nya Bagus, hehe..

    Komentar oleh bagusprasetya — Kamis, November 27, 2008 @ 11:45 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: