Guratan Pena Tuaku

Kamis, April 2, 2009

Prof Chan Tuduh David Jiplak Skripsi Milik Zhou

Filed under: Uncategorized — Wendy Prafitrayanto @ 7:05 pm
Kamar David di Singapore

Kamar David di Singapore

Sebuah cerita pendek berkisah mengenai hari-hari terakhir hidup David Hartanto Widjaja (21). Penulisnya menegaskan bahwa kisah itu hanya sebuah fiksi, namun dia mendekatkan dengan beberapa fakta kematian mahasiswa Nanyang Technological University (NTU) itu. Cerpen ini ditulis oleh Agnes Davonar di http://www.agnesdavonar.net

TIBA-TIBA muncul pikiran licik dari sang professor. Dia menyuruh David menyempurnakan lagi penelitiannya dan membawanya kembali. Baginya, David bagaikan tambang emas yang akan membuatnya kaya dan terkenal. Ia mulai berpikir merebut hasil penelitian David yang luar biasa itu. Tapi David tak menyadarinya. Dia semakin bersemangat mendalami penelitiannya.

Ketika David kian serius menyelesaikan penelitiannya, Prof Chan mulai sibuk mencari orang yang bisa menjadi saksi penelitian David untuk diakui sebagai miliknya. Lalu dia membuka file dokumentasi para mahasiswa berprestasi. Ia teringat pada Zhou Zhang (24), asisten dosen yang diberhentikan dari kampus itu.

Zhou sangat gembira ketika Prof Chan mengangkat dirinya sebagai asisten peneliti. Apalagi ibunya di Cina sedang sakit kanker dan sangat butuh biaya berobat. Prof Chan bahkan menawarkan bantuan biaya pengobatan bagi ibu Zhou.
Di tempat lain, David sudah menyelesaikan penelitiannya. Lantaran gembira, dia mentraktir Angel makan di sebuah restoran hotel yang mahal. Angel pun terheran-heran. “Hehehe.. Tenang saja. Ini hanya sebagai bentuk perayaan. Kelak saya akan ajak kamu ke tempat yang lebih hebat lagi,”janji David.
Keesokan paginya, Prof Chan sudah mengingatkan David untuk membawa semua dokumen proses berjalannya

Ruang kerja Prof Chan berantakan. Ada paper berlumur darah.

Ruang kerja Prof Chan berantakan. Ada paper berlumur darah.

penelitiannya dalam USB agar ia bisa meneliti langsung kelayakannya. Awalnya, David agak bingung, tapi Prof Chan meyakinkan bahwa ia hanya ingin mencoba dengan caranya agar penelitian David dianggap sah. Tanpa pikir panjang, David menyerahkan hasil penelitian itu dalam bentuk USB. Dia tiba di kampus pagi sekali, pukul 7, sesuai jadwal yang ditentukan Prof Chan. Sebelum berangkat David mengirimkan pesan kepada Angel untuk bertemu di kampus, makan siang bersama.

  • **

Ketika tiba di lantai 4, David melihat Prof Chan sedang duduk, sehabis memotong apel. Profesor menyimpan pisau ke

Prof Chan Kap Luk saat meninggalkan rumah sakit (foto/straits times)

Prof Chan Kap Luk saat meninggalkan rumah sakit (foto/straits times)

saku bajunya. David tak sadar sedang berada dalam jebakan Prof Chan. Setelah menerima USB, tiba-tiba Prof Chan berkata, “David, apakah kamu yakin ini penelitian kamu?” David menjawab, “Ya, tentu saya yakin. Memang kenapa Prof?”
“Apakah kamu tidak sedang mengambil penelitian seorang mahasiwa lain bernama Zhou? Dia adalah asisten dosen yang sudah dipecat. Ada kemiripan antara penelitian kamu,”tuding Prof Chan.

David terhenyak. “Mustahil..!” ucap David kesal. Kemudian Prof Chan menunjukkan dokumen di komputernya. David benar-benar tak percaya. Dia merasa tidak mungkin ada orang lain yang memiliki pikiran sama persis dengan dirinya.
Prof Chan mulai menghina dirinya, bahwa masih ada banyak orang jenius di dunia ini. David pun mulai menyadari ada yang tidak beres. Dia meminta kembali USB itu, tapi Prof Chan bertanya, “Untuk apa?” David bilang, “Tidak apa-apa , saya ingin dikembalikan saja.”

Prof Chan menolak. Kata dia, USB itu akan dijadikan barang bukti bahwa David telah melakukan pelanggaran, yakni menjiplak karya orang lain sebagai skripsinya. “Silakan saja. Saya tidak takut. Saya akan buktikan bahwa itu tidak benar..!” tantang David sambil hendak keluar ruangan.

Melihat David tidak takut pada ancamannya, Prof Chan mengubah strategi. Dia menawarkan opsi lain berupa uang dalam jumlah banyak. David tetap menolak. Prof Chan emosi dan menghunuskan pisau ke punggung David. David berteriak minta tolong. Suaranya terdengar oleh Zhou yang akan memulai kerjanya hari itu.

Ibunda David saat tiba di Singapore

Ibu dan Ayah David saat tiba di Singapore

David yang terluka, berusaha melawan. Tapi sebuah sabetan lagi mengenai lehernya. Dia tersungkur. Dengan tubuh berlumur darah, David membuka pintu dan keluar. Zhou berdiri tepat di depan pintu. Dia sangat terkejut. David terus berlari. Sempoyongan. Akhirnya terjatuh dari balkon lantai 4 dan langsung tewas.

Zhou sangat syok. Tapi Prof Chan memerintahkan dia masuk ruangan dan bertanya, “Kamu melihat semuanya?” Zhou membantah. Prof Chan mengancamnya, sehingga dia pun berjanji akan tutup mulut. Profesor licik itu memerintahkan Zhou menusuk punggungnya menggunakan pisau. Zhou menurut saja. Tusukan itu hendak dijadikan alibi seolah-olah David telah menyerangnya.

  • **

Angel yang baru saja menerima pesan David segera menuju kampus. Ketika ia datang, banyak garis polisi terpampang di pintu Kampus, ia bertanya-tanya ada apa gerangan. Seorang mahasiwa mengatakan bahwa seorang mahasiswa bunuh diri dengan melompat. Angel begitu bingung dan ketika ia mendekat hatinya bergetar dan berteriak histeris. Ternyata pria itu adalah David.

Zhou Zheng

Zhou Zheng

Beberapa saat kemudian Prof Chan keluar dengan bantuan alat medis seperti orang sekarat. Beberapa orang mencoba menenangkan Angel.  Terlihat Zhou saksi kasus itu berdiri ketakutan menyaksikan kejadian itu. Prof Chan melirik Zhou. Dari matanya tersirat pesan agar Zhou menjaga rahasia ini.

Kematian David begitu memukul Angel. Padahal gadis itu bahkan berpikir telah jatuh cinta pada pria ceria itu. Tapi dia merasa ada yang tidak beres. Tak mungkin David yang memiliki masa depan cermelang harus bunuh diri. Dia bertekad mencari kebenaran kematian itu.

Dua hari kemudian, Prof Chan meninggalkan rumah sakit. Ternyata lukanya sama sekali tidak parah. Sementara Zhou yang menjadi saksi mata semakin gelisah. Prof Chan menelepon, kembali mengingatkan Zhou untuk tidak macam-macam. Tapi Zhou merasa dirinya sangat hina, sehingga memutuskan bunuh diri.

Sebuah terjemahan dari Lianhe Wanbao, melaporkan bahwa sebelum Zhou gantung diri di apartemen NTU Blok 101C Nanyang Heights, dia menjalankan ritual dengan membakar dupa di pintu apartemen. Beberapa tetangga memperoleh kesan dia sedang menyesali sesuatu. “Dia selalu meninggalkan pintu terbuka. Kami sering melihat dia membakar dupa dan kertas,  berdoa di pintu masuk,”ujar seorang tetangga.

Setelah kematian Zhou, Prof Chan berpikir kini hidupnya akan damai karena semua yang terlibat dalam kematian David telah musnah. Tapi Angel menyadari ada kejanggalan. Berbulan-bulan dia mengumpulkan semua data yang bisa membuktikan bahwa ada konspirasi yang menyebabkan David tewas.

Sementara Prof Chan mulai mengeluarkan hasil penelitian yang rebut dari David. Angel yang sudah pernah membaca

David Hartanto Widjaja

David Hartanto Widjaja

skripsi David dan pernah melihat demo penelitian itu yang ditunjukkan David, melapor ke polisi. Dia menyerahkan semua bukti-bukti yang dikumpulkannya. Polisi pun melakukan investigasi ulang.

Ketika Prof Chan mulai menikmati hasil dari kelicikannya, tiba-tiba ditangkap polisi dan tidak bisa mengelak dari berbagai tuduhan. Angel merasa lega karena perkenalan dia dengan David adalah sebuah pesan takdir nyata untuk membelah masa depan David yang telah hilang. Kini semuanya bisa tenang, Angel pun bisa tenang melepas kepergian sahabatnya.(*)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: